Oleh: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Direktur Auladi Parenting School | www.auladi.net

Orangtua ingin anaknya rajin sholat, rajin ibadah, taat beragama, dan perbuatan baik lainnya yang diajarkan agama. Tetapi itu semua dapat dilakukan anak jika mereka memiliki beberapa hal dalam keluarganya. Pertama, saya sebut dengan instalasi keyakinan atau motivasi iman.

Jika kita ingin anak kita beriman, ya kita harus menginstall software iman itu ke dalam jiwa dan pikiran anak.

Software itu seperti sebuah program yang akan menggerakan “hardware” anak: tubuhnya. Hardware anak yang begitu sempurna tidak akan berjalan baik jika softwarenya jelek!

Software apa yang sudah kita install pasa pikiran anak?

Banyak orangtua mengeluh kepada saya, anaknya yang sudah remaja dan dewasa begitu susah disuruh sholat. Tetapi ketika saya ajukan pertanyaan seperti berikut, biasanya mereka tak bisa

Menjawab ketika saya bertanya balik, “apakah ayah ibu sudah menanamkan iman kepada jiwa dan pikiran anak?”

Pertanyaan serupa lainnya bisa diajukan yang mungkin akan membuat sebagian orangtua akhirnya sadar untuk tak melulu menyalahkan anak ketika mereka tak giat beribadah:

Apakah kita sudah mengkhatamkan cerita 25 nabi pada anak?

Apakah kita sudah mengkhatamkan makna-makna asma al husna yang 99 pada anak?

Apakah kita sudah menceritakan setidaknya kisah 20 sahabat Rasulullah Muhammad saw pada anak?

Atau apakah memang anak Anda sudah rajin ibadah selama ini? Meski sudah rajin ibadah, bukankah juga sesuatu yang normal anak kita sesekali “futur” atau lagi lemah semangat? Jangankan anak, kita saja orang dewasa juga kadang keadaan “futur” itu juga datang numpang lewat dalam jiwa kita bukan?

 

Bersambung

 

Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

Direktur Auladi Parenting School Bandung

Penulis buku-buku best seller parenting

www.auladi.net

 

Copyright © Abah Ihsan. Diperbolehkan membagi atau menyebarkan kembali tulisan ini secara utuh lengkap dengan link sumber artikel. Dilarang memotong, mengambil sebagian, apalagi menghilangkan identitas penulisnya @abahihsantea dalam segala bentuk penyebaran di media sosial, blog pribadi, atau website secara umum.